
Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Merangin menerapkan pembelajaran pola hidup Islami kepada siswa kelas 1 melalui budaya 5S, yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun. Budaya 5S ini merupakan kebiasaan positif yang menanamkan akhlak mulia serta membangun karakter baik pada siswa. Dengan membiasakan 5S, siswa diajarkan untuk menunjukkan keramahan, menghormati, dan menghargai orang lain, sejalan dengan nilai-nilai Islam seperti menyebarkan kasih sayang dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.
Senyum, sebagai salah satu unsur 5S, merupakan ekspresi kebaikan hati yang dapat menyampaikan perasaan positif dan membuka komunikasi dengan orang lain. Dalam ajaran Islam, senyum merupakan perbuatan yang dianjurkan dan memiliki nilai kebaikan, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Selain itu, budaya menyapa atau menegur seseorang juga diajarkan untuk membangun kedekatan dan memudahkan komunikasi agar tercipta hubungan yang lebih akrab di lingkungan Madrasah. 
Sikap sopan dan santun menjadi bagian penting dari 5S. Sopan berarti berperilaku dengan penuh penghormatan dan tidak sombong, sedangkan santun adalah perilaku halus dan baik yang mengutamakan kepentingan orang lain serta bertindak sesuai norma yang berlaku. Melalui penerapan kedua sikap ini, siswa diharapkan dapat menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala MIN 3 Merangin, Marzuki Idrus, S.Ag, menyampaikan bahwa membiasakan budaya 5S sejak dini sangat penting untuk menanamkan pendidikan karakter pada peserta didik. "Budaya 5S menciptakan lingkungan yang ramah, positif, dan harmonis, baik di lingkungan keluarga, madrasah, maupun tempat kerja. Melalui 5S, hubungan antar sesama akan terjalin lebih baik, mempererat tali silaturahmi, dan menumbuhkan sifat saling menolong," ujarnya.
Pendidikan karakter dan budi pekerti memang perlu diterapkan sejak usia dini, terutama pada anak usia sekolah dasar. Masa ini merupakan pondasi awal bagi anak untuk tumbuh dan berkembang menjadi insan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan akhlak mulia. Dengan pendidikan karakter, siswa diharapkan mampu menempatkan diri dengan baik di berbagai lingkungan serta dapat menghargai dan berperilaku baik terhadap orang lain.
Pengembangan kepribadian yang baik melalui budaya 5S akan menumbuhkan rasa hormat, belas kasih, dan semangat untuk saling membantu di antara warga madrasah. Siswa juga diharapkan mampu menggunakan bahasa yang sopan saat berbicara dengan guru maupun teman, lebih percaya diri, dan bertanggung jawab dalam setiap tindakan.
Dengan membiasakan senyum, siswa akan merasa lebih damai, senang, dan gembira berada di lingkungan madrasah. Sementara itu, memberi salam dapat mempererat tali persaudaraan antarwarga madrasah. Ketika salam diucapkan dengan ikhlas, suasana sekolah menjadi lebih cair dan terasa seperti keluarga besar. Kebiasaan menyapa juga memudahkan siswa untuk bergaul, saling berinteraksi, dan membangun hubungan yang harmonis di lingkungan sekolah.
Melalui penerapan budaya 5S, MIN 3 Merangin berharap dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman, harmonis, dan damai, serta membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan masa depan. (ayu)
|
399x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Merangin dan Sekitarnya
Memuat tanggal...